Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tampilkan postingan dengan label SINOPSIS BUKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SINOPSIS BUKU. Tampilkan semua postingan

27 Februari 2009

Lara Kusapa (Bonjour Tristesse)

Cécile, gadis manis 17 tahun, membatin, di sini berkumpul unsur-unsur
sebuah drama ...
Seorang pria penebar pesona: Raymond, ayah Cécile. Dalam balutan tubuh
duda keren berusia 40 tahun ini bersemayam seorang bocah abadi yang
tak kenal tanggung jawab, doyan dugem hingga subuh untuk memuaskan
dahaganya akan alkohol dan wanita.

Seorang wanita binal: Elsa, kekasih Raymond. Berambut merah dan
berotak cetek, usianya hanya terpaut 12 tahun di atas Cécile. Ia tak
pernah berniat menjadi ibu tiri gadis itu.

Seorang perempuan intelek: Anne, kawan lama mendiang ibu Cécile. Tak
ada yang tahu sejak kapan ia mengincar Raymond untuk dijadikan suami.
Menurut Cécile, Anne terlalu cerdas untuk ayahnya, dan terlalu lurus
pula! Betapa membosankan jika harus hidup seatap dengannya ...

Di bawah terik mentari selatan Prancis, pesisir Laut Tengah, dalam
suasana liburan yang cocok untuk bermalas-malasan, untuk pertama
kalinya Cécile mencicipi berbagai hal yang tadinya asing dalam
kehidupannya sebagai gadis belia yang manja: gairah asmara bersama
pemuda berparas Latin dan angkara terhadap ayah yang mencintainya. Dan
di tengah usahanya menggagalkan upaya Anne untuk menggaet Raymond
dalam ikatan pernikahan, Cécile pun berjumpa dengan lara ...

Lara Kusapa (Bonjour Tristesse) adalah novel pertama Françoise Sagan
yang terbit pada 1954 di Prancis. Buku yang ditulis ketika usianya
baru 18 tahun ini segera menjadi best-seller dan menyulut skandal
heboh lantaran bertutur tentang seksualitas gadis remaja tanpa
malu-malu. Novel ini melejitkan Sagan sebagai sosok terkemuka dalam
sastra Prancis dan menjadi karya abadi yang terus dibaca orang. Sebuah
buku yang asyik dibaca dan mengesankan.

21 Januari 2009

SAYAP-SAYAP PATAH

Hidupku dalam keadaan koma, kosong seperti hidup Adam di Surga, ketika aku melihat Selma berdiri di hadapanku seperti berkas cahaya. Perempuan itu adalah Hawa hatiku yang memenuhinya dengan rahasia dan keajaiban dan membuatku paham akan makna hidup…………….

Namun, sekarangkah saatnya kehidupan akan memisahkan kita agar engkau bisa memperoleh keagungan seorang lelaki dan aku kewajiban seorang perempuan?

Untuk inikah maka lembah menelan nyanyian burung bul-bul ke dalam relung-relungnya, dan angin memporakporandakan daun-daun mahkota bunga mawar, dan kaki-kaki menginjak-injak piala anggur? Sia-siakah segala malam yang kita lalui bersama dalam cahaya rembulan di bawah pohon melati, tempat dua jiwa kita menyatu?

Apakah kita terbang dengan gagah perkasa menuju bintang-bintang hingga lelap sayap-sayap kita, lalu sekarang kita turun ke dalam jurang? Atau tidurkah cinta ketika ia mendatangi kita, lalu, ketika ia terbangun, menjadi marah dan memutuskan untuk menghukum kita?

Ataukah jiwa-jiwa kita mengubah angin malam yang sepoi menjadi angin ribut yang mengoyak-ngoyak kita menjadi berkeping-keping dan meniup kita bagai debu ke dasar lembah? Kita tak melanggar perintah apa pun; kita pun tak mencicipi buah terlarang; lalu apa yang memaksa kita meninggalkan sorga ini?

Kita tidak pernah berkomplot atau menggerakkan pemberontakan, lalu mengapa sekarang terjun ke neraka? Tidak, tidak, saat-saat yang menyatukan kita lebih agung daripada abad-abad yang berlalu, dan cahaya yang menerang jiwa-jiwa kita lebih perkasa daripada kegelapan; dan jika sang prahara memisahkan kita di lautan yang buas ini, sang bayu akan menyatukan kita di pantai yang tenang, dan jika hidup ini membantai kita, maut akan menyatukan kita lagi.

Hati nurani seorang wanita tak berubah oleh waktu dan musim; bahkan jika mati abadi, hati itu takkan hilang murca. Hati seorang wanita laksana sebuah padang yang berubah jadi medan pertempuran; seudah pohon-pohon ditumbangkan dan rerumputan terbakar dan batu-batu karang memerah oleh darah dan bumi ditanami dengan tulang-tulang dan tengkorak-tengkorak, ia akan tenang dan diam seolah tak ada sesuatu pun terjadi karena musim semi dan musim gugur datang pada waktunya dan memulai pekerjaannya…


Sayang bukunya tak kembali dipinjam teman.....

entah kemana,, :-(


Tentang MARYAMAH KARPOV

Maryamah Karpov

Satu lagi novel yang mungkin akan menjadi sebuah fenomenal, sebuah lanjutan seri novel yang paling laris sebelumnya “tetralogi Laskar Pelangi” yang berjudul “Maryamah Karpov” yang merupakan seri pamungkasnya.

Seperti ketiga buku pendahulunya (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Edensor), Maryamah Karpov banyak sekali menimbulkan pro dan kontra.

Ada yang mengatakan, kok bisa judulnya Maryamah Karpov, padahal nama Maryamah Karpov hanya disebut beberapa kali dalam novel tersebut, apakah penamaan judul tersebut terlanjur dijual dan melunasi utang yang telah digembor-gemborkan penerbit, karena di dalam cover 3 novel sebelumnya telah terpampang judul seri terakhirnya.

 

Kemudian pada halaman 258 ketika Ikal bercerita kembalinya Laskar Pelangi ke SD Muhammadiyah Gantong dan menemukan guratan tinggi badan ketika mulai masuk hingga SMP. Tinggi badan Ikal dan beberapa temannya naik turun, kalau naik sih wajar tapi kalau turun bias membuat pembaca bingung.

 

Ada juga yang kurang sepakat dengan alur yang diceritakan dalam Maryamah Karpov,

Ketika alur cerita tiga novel sebelumnya yang cukup down to earth menjadi sebuah fiksi petualangan di dunia Lanun. Laskar Pelangi menjadi sebuah kisah penyelamatan A Ling dengan segala macam sains plus mistik.

Sebuah tetralogi yang tadinya diharapkan cerdas dan bernilai untuk perkembangan sastra Indonesia modern, berakhir menjadi sebuah kisah yang profit oriented. Kisah cinta ikal yang setengah mati mengejar A Ling dengan mengorbankan segala hal, padahal dia acuh dengan kondosi keluarga justru mendekonstruksi cerita yang inspiratif.

 

Seorang Mahar yang digambarkan terlalu berlebihan tentang pengetahuannya mistiknya, Lintang dengan kejeniusannya juga dipertanyakan, sampai-sampai cerita tentang pengangkatan perahu yang telah terpendam ratusan tahun hasil karya kejeniusan Lintang juga dipertanyakan kelogisannya.

 

Terlepas dari sekian banyak kritikan yang ada, saya tetap memberikan apresiasi dan acungan jempol kepada Kang Andrea Hirata atas hasil kerja kerasnya yang telah menjadi pencerita yang baik bagi para pembacanya, ini dibuktikan dengan telah hasil yang ia dapatkan, Laskar Pelangi dengan Maryamah Karpov-nya tetap dinantikan.

Menurut kabar, Maryamah Karpov  terjual 30 ribu eksemplar pada hari pertama peluncurannya, mungkin ini akan mengikuti pendahulunya, Laskar Pelangi yang telah bertitel mega-best seller yang telah terjual melebihi 1 juta eksemplar.

Dan saya pun telah selesai membacanya, menghilangkan rasa penasaran dengan lanjutan dari seri-seri sebelumnya. Hasilnya cukup puas dengan cerita yang disajikan, mulai sedih, mengharukan, seru, kocak, bahkan ada kadang-kadang cerita yang konyol dan memalukan.

 

Selanjutnya terserah kepada anda yang membacanya.

 

"Hanya seorang pemberani sejati yang berani bermimpi di saat yang paling mustahil!"

 

(sumber-sumber  saya dapatkan dari forum dan interaksi di millis: klub-sastra-bentang@yahoogroups.com, yang saya ikuti, dan sumber-sumber)

 

 

 

 

5 CM


Sebenernya, kali ini novel yang mau saya ceritakan bukanlah novel keluaran terbaru. Tapi jujur saya katakan novel ini baru selesai bulan ini saya baca. Awalnya saya bisa baca novel ini karena ada rekomendasi dari seorang temen, dan ia pun meminjamkanya. Hehe….

Judulnya 5 cm, sangat singkat dan simple memang kalau dilihat dari judulnya, lagi pula orang berfikir kok bisa 5 cm, seperti sebuah ukuran saja. Tapi mungkin orang akan mengerti maksud si penulis (Sdr. Donny Dirgantoro) setelah kita selesai membacanya.

Novel ini mengambil tema yang cukup sederhana, yaitu tentang persahabatan dan cita-cita. Dan seperti layaknya novel-novel persahabatan lainnya, novel ini cukup menyentuh dan cukup membuat orang yang membacanya menerawang berangan-angan.

Masuk ke isi novel, diawali dengan prolog yang menceritakan karakter-karakter para tokoh yang akan diceritakan. Tokoh-tokoh dalam novel ini, yaitu Genta sang pemimpin, Arial Si Rambo, Zafran sang Penyair, Ian si gendut dan Riani yang paling cantik. Yang menamai diri mereka sebagai Power Ranger.

Secara umum karakter yang diceritakan dari kelima Power Ranger itu berbeda, tapi selebihnya digambarkan ”sama”. Sama-sama filsuf, sama-sama pemerhati negeri, sama-sama pinter lagu dan film lengkap dengan aktor-aktornya dan adegan-adegan dalam film.

Soalnya didalam novel ini kita banyak sekali menemukan lirik-lirik lagu lokal maupun barat, juga banyak mengutip kata-kata bijak dari para orang terkenal.

 

Cerita berlanjut ketika para Power Ranger memutuskan untuk berpisah dulu selama 3 bulan, bukan karena berantem atau ingin mengakhiri persahabatan mereka, tapi mereka berkeinginan agar mereka bias melihat “dunia luar” mereka masing-masing tanpa kehadiran anggota Power Ranger yang lain.

Dalam masa perpisahan banyak hal-hal yang terjadi dalam diri mereka masing-masing,  Genta yang fokus pada kerjaannya, Ian yang ngebut sama TA nya, Arial yang mulai menemukan tambatan hatinya, Zafran yang kurang kerjaan terus ngedeketin Arinda, kembarannya Arial tanpa sepengetahuan Arial dan Riani yang mulai belajar mandiri tanpa kehadiran teman-temannya.

Kemudian Genta sebagai pemimpin menjanjikan untuk membuat suatu pertemuan yang berkesan setelah perpisahan ini. Waktu yang dijanjikan mereka untuk bertemu lagi adalah 14 Agustus.

Genta memutuskan untuk merayakan pertemuan mereka dengan berpetualang ke Gunung Mahameru, puncak tertinggi di tanah Jawa, lambang keagungan dan keanggunan tanah Jawa.

Disinilah bagian terbaik dari cerita ini, mungkin bagi yang membacanya seolah-olah diajak berpetualang bersama mereka, imajinasi kita tentang pegunungan mulai terbawa cerita, apalagi bagi orang yang belum pernah berpetualang naik gunung seperti saya ini, (kasian banget….).

Apalagi pas upacara bendera 17 Agustusan, wah Nasionalis pisan……

Berdiri di tanah tertinggi di Pulau Jawa, menghormat diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seru pisan euy!

Cerita berakhir dengan pertemuan mereka 10 tahun kemudian, dengan pasangan dan para Power Ranger cilik mereka.

Siapakah pasangan mereka……?

Wah mendingan baca sendiri denk, rugi……!


Satu motto mereka yang akan saya ambil hikmahnya dalam setiap menghadapi sebuah ujian yang berat, juga dalam mengejar cita-cita mereka:


 “Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan…. sehabis itu yang kamu perlu.Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa…”


Kemudian dilanjutkan dengan kata-kata,


“Dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi, keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapa pun… Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya”


Oke kepada yang belum membacanya, selamat membaca ya.....


(thanks kanggo DINE atas pinjeman novelnya.....)

 

 

 

28 Desember 2008

THE KITE RUNNER



SINOPSIS

Aku memiliki satu kesempatan terakhir untuk mengambil keputusan,
untuk menentukan apa jadinya diriku.
Aku bisa melangkah memasuki gang itu,
membela Hassan dan menerima apa pun yang mungkin menimpaku.
Atau aku bisa melarikan diri.
Akhirnya, aku melarikan diri.

Amir telah mengkhianati Hassan, satu-satunya sahabatnya. Saudaranya. Rasa bersalah menghantuinya. Menyingkirkan Hassan dari kehidupannya adalah satu-satunya pilihan yang ada. Namun setelah Hassan pergi, tak ada lagi yang tersisa dari masa kecilnya. Seperti layang-layang putus, sebagian dari dirinya terbang bersama angin. Tetapi, masa lalu yang telah terkubur dalam-dalam pun senantiasa menyeruak kembali. Hadir membawa luka-luka lama. Dan seperti layang-layang, tak kuasa menahan badai, Amir harus menghadapi kenangannya yang mewujud kembali.

The Kite Runner adalah sebuah kisah penuh kekuatan tentang persaudaraan, kasih sayang, pengkhianatan, dan penderitaan. Khaled Hosseini dengan brilian menghadirkan sisi-sisi lain dari Afghanistan, negeri indah yang hingga kini masih menyimpan duka. Tetapi, bahkan kepedihan selalu menyimpan kebahagiaan. Di tengah belantara puing di kota Kabul, akankah Amir menemukannya?

----------------------------------------------------------------------------------

Begitulah sinopsis yang saya baca di BukuKita.com.
Sungguh mengharukan setelah membaca buku yang sungguh menyentuh ini, membayangkan kesetiaan luar biasa yang ditunjukkan Hassan kepada Amir, dan betapa pengecutnya Amir tidak melakukan pembelaan ketika Hassan dilecehkan yang menyebabkan rasa bersalah yg begitu mendalam bahkan sampai bertahun2 meninggalkan Afghanistan. Sungguh merupakan konflik yang benar-benar kompleks, tentang sebuah persahabatan dan kesetiaan
Novel ini juga sudah dibuat filmnya dengan judul yang sama dengan bukunya.

16 Desember 2008

Three Cups of Tea



















Inilah kisah menakjubkan dan inspiratif tentang Indiana Jones sejati dan perjuangan kemanusiaannya yang mengharukan di “pekarangan belakang” rezim Taliban.

Seorang pendaki gunung, Greg Mortenson, dibawa nasib ke pegunungan Karakoram yang gersang di Pakistan setelah gagal mendaki puncak K2, gunung tertinggi kedua di dunia. Tersentuh oleh keramahan penduduknya, dia berjanji untuk kembali dan membangun sebuah sekolah.

Three Cups of Tea berisi mengenai kisah pemenuhan janji tersebut, beserta hasilnya yang mencengangkan. Ya, selama satu dekade berikutnya, Mortenson telah membangun tak kurang dari lima puluh satu sekolah—terutama untuk anak-anak perempuan—di lingkar terluar daerah terlarang rezim Taliban. Kisahnya adalah sebuah petualangan seru sekaligus kesaksian akan kekuatan semangat kemanusiaan.

Pada 1993, seorang perawat Amerika, Greg Mortenson, berhasrat menaklukan puncak gunung tertinggi sedunia, K2, di Himalaya. Bukan hanya gagal melaksanakan niatnya, Mortenson juga tersesat, mengalami keletihan kronis, bahkan kehilangan 15 kg bobot tubuhnya. Setelah berjalan kaki tertatih-tatih turun gunung selama tujuh hari, Mortenson yang menuju Askole, malah tiba di Korphe, desa yang bahkan tak pernah dilihatnya di peta Karakoram. Di sanalah, di gubuk Haji Ali, Mortenson dijamu dengan ramah, dirawat dengan penuh perhatian, dan dilayani bak tamu istimewa.

Di lingkungan nan miskin inilah jalan hidup Mortenson, juga jalan hidup anak-anak di Pakistan Utara, berubah. Ketika memikirkan cara membalas budi baik mereka, jantung Mortenson serasa tercerabut dan napasnya tercekat saat melihat bagaimana anak-anak di sana bersekolah: mereka duduk melingkar, berlutut di tanah yang membeku, dalam udara nan dingin, dengan tertib mengerjakan tugas. Mortenson meletakkan tangannya di pundak Haji Ali dan berkata, “Aku akan membangun sebuah sekolah untuk kalian. Aku berjanji.” Inilah kisah mengenai pemenuhan janji tersebut. Ya, selama satu dekade berikutnya, Mortenson telah membangun tak kurang dari lima puluh satu sekolah—terutama untuk anak-anak perempuan—di daerah tempat lahirnya Taliban. Kisahnya adalah sebuah petualangan seru sekaligus kesaksian akan kekuatan semangat kemanusiaan.

NOVEL GAJAH MADA 1 (Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara)

Langit Kresna Hariadi (LKH) melalui penerbit Tiga Serangkai kembali meneruskan kisah Gajah Mada dengan judul Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara, setebal 508 halaman. Plus bonus sebuah gambar berukuran A2 berisi lanskap istana Majapahit.

Dalam pengantarnya LKH menuturkan dalam buku pertamanya ada beberapa kesalahan dan kecacatan yang cukup mengganggu yang bersifat menyimpang dari sejarah. LKH menulis kisah Gajah Mada dari catatan-catatan kitab Negarakertagama, Pararaton, prasasti Sukamrta, prasasti Balawi dan bukti sejarah lainnya.

"Bagaskara Manjer Kawuryan? Siapakah orang yang mencoba bermain-main denganku menggunakan nama yang semestinya terkubur bersama kematian Ra Tanca?” Gajah Mada meletupkan rasa penasarannya dalam hati. Sembilan tahun sejak pemberontakan Ra Kuti, baru diketahui orang yang berada di balik nama itu adalah Ra Tanca. Setelah Ra Tanca mati, kini tiba-tiba ada orang lain yang menggunakan nama itu. Pemahaman terhadap kata sandi Bagaskara Manjer Kawuryan sangat terbatas dan nyaris terkubur oleh waktu yang telah bergerak sembilan tahun lamanya. Namun, ternyata di luar sana, entah siapa, setidaknya ada orang yang tahu makna kata sandi itu. Di balik penampilannya yang aneh, menunggang kuda putih, mengenakan jubah berwarna putih, dan menyembunyikan wajah di balik topeng, orang itu mengetahui banyak hal, mengetahui adanya kata sandi Bagaskara Manjer Kawuryan".
– Sinopsis pada halaman sampul belakang buku Gajah Mada: Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara

Dalam buku pertamanya LKH kisah Gajah Mada diakhiri pada kejadian raja Majapahit Jayanegara (dulu Kalagemet) dibunuh dengan racun oleh Ra Tanca. Ra Tanca merupakan tabib mumpuni saat itu, hingga saat pemberontakan Ra Kuti berhasil ditumpas Gajah Mada hanya Ra Tanca yang menyerahkan diri, yang akhirnya setelah 9 tahun berkesempatan meneruskan pembalasan atas kematian kelompoknya langsung kepada Jayanegara.

Sampul buku Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi

Buku kedua Gajah Mada karya LKH ini diawali dengan kejadian hari saat Jayanegara dibunuh. Jayanegara adalah satu-satunya anak laki-laki Raden Wijaya dari istri kelimanya, yaitu Dara Petak. Mangkatnya Jayanegara membuat genting keadaan istana, terutama di pihak para ratu, yaitu Tribhuaneswari, Narendraduhita, Pradnya Paramita, Dyah Dewi Gayatri dan Dara Petak karena tidak ada lagi penerus laki-laki. Keadaan ini juga cukup membuat kalang kabut Gajah Mada dan bhayangkaranya.

Ternyata di hari-hari mangkatnya sang raja, di saat rembukan para ratu hendak memutuskan tahta istana jatuh kepada Sri Gitarja atau Dyah Wiyat, putri Raden Wijaya dari istri Dyah Dewi Gayatri terjadi hal-hal yang semakin genting, seperti pembunuhan dan keributan lain yang disimpulkan oleh Gajah Mada sebagai sebuah makar yang berakar dari sebuah konspirasi jangka panjang. Gajah Mada menemukan bahwa konspirasi tersebut masih terkait dengan pemberontakan Ra Kuti dan Ra Tanca dengan ditemukannya simbol ular membelit buah maja, pembunuhan dengan ular berbisa dan pembelotan-pembelotan beberapa anggota bhayangkara.

Sebelum Jayanegara dikremasi Sri Gitarja dan Dyah Wiyat dinikahkan dengan Cakradara dan Kudamerta. Pada saat upacara kremasi kembali terjadi huru-hara, Kudamerta nyaris terbunuh oleh lemparan pisau. Kondisi istana semakin kritis dengan kejadian tersebut hingga Gajah Mada meminta penundaan keputusan siapa yang akan naik tahta (Sri Gitarja atau Dyah Wiyat) hingga permasalahan politik yang ada dituntaskan.

Kondisi politik tersebut membawa kesimpulan bahwa suami sekar kedaton Sri Gitarja dan Dyah Wiyat yaitu Cakradara dan Kudamerta salah satu atau kedua-duanya memiliki ambisi naik tahta menjadi raja dengan menyingkirkan saingannya masing-masing.

Kejadian-kejadian penting terus berlangsung, pembunuhan, munculnya teka-teki, petunjuk-petunjuk, dan kejadian-kejadian lainnya membuat pusing Gajah Mada. Namun Gajah Mada dan kesatuan pasukan khusus bhayangkaranya perlahan-lahan memecahkan semua konspirasi perebutan tahta Majapahit tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan Ra Tanca meskipun ia sudah mati bersamaan dengan mangkatnya Jayanegara.

Sesuai catatan sejarah sejak kematian Jayanegara dibutuhkan waktu selama setahun untuk menunjuk siapa yang berhak menjadi ratu, dan atas saran Gajah Mada akhirnya Ratu Gayatri menunjuk kedua putrinya untuk memimpin negeri Majapahit.

Kisah yang ditulis oleh LKH menceritakan proses investigasi dan penyelesaian konspirasi yang terjadi antara ambisi Cakradara dan Kudamerta hingga lebih tuntas, termasuk keterlibatan Ra Tanca melalui petunjuk-petunjuk yang mengarah bahwa semua yang terjadi berkaitan dengan keahlian Ra Tanca. Apa saja teka-teki yang diselesaikan Gajah Mada? Tentunya banyak dan saling berkaitan, dan dalam buku tersebut LKH mengisahkan keahlian Gajah Mada sang Patih Daha dalam rentang waktu yang pendek (dalam beberapa hari sejak kematian Jayanegara) meskipun ditulis setebal 500 halaman lebih.

Benarkah aksi Ra Tanca (dan pendukungnya) hanya sampai Jayanegara terbunuh sedangkan Ra Tanca hanya meninggalkan seorang istri dan tidak punya pasukan? Siapakah yang meneruskan ambisi pemberontakan dengan simbol ular melilit buah maja tersebut?

Catatan Yang Mungkin Terkait
Langit Kresna Hariadi: Gajah Mada | Gajah Mada: Hamukti Palapa | Mahabharata dalam Pupuh Sunda | Dyah Pitaloka: Senja di Langit Majapahit | Gajah Mada: Perang Bubat | Sundapura: Tarumanagara, Sunda, Galuh, Pajajaran | Gajah Mada: Madakaripura Hamukti Moksa |


28 November 2008

LASKAR PELANGI



Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2005. Novel ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di pulau Belitong yang penuh dengan keterbatasan. Mereka adalah:
  1. Ikal
  2. Lintang; Lintang Samudra Basara bin Syahbani Maulana Basara
  3. Sahara; N.A. Sahara Aulia Fadillah binti K.A. Muslim Ramdhani Fadillah
  4. Mahar; Mahar Ahlan bin Jumadi Ahlan bin Zubair bin Awam
  5. A Kiong (Chau Chin Kiong); Muhammad Jundullah Gufron Nur Zaman
  6. Syahdan; Syahdan Noor Aziz bin Syahari Noor Aziz
  7. Kucai; Mukharam Kucai Khairani
  8. Borek aka Samson
  9. Trapani; Trapani Ihsan Jamari bin Zainuddin Ilham Jamari
  10. Harun; Harun Ardhli Ramadhan bin Syamsul Hazana Ramadhan

Mereka bersekolah dan belajar pada kelas yang sama dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMP, dan menyebut diri mereka sebagai Laskar Pelangi. Pada bagian-bagian akhir cerita, anggota Laskar Pelangi bertambah satu anak perempuan yang bernama Flo, seorang murid pindahan. Keterbatasan yang ada bukan membuat mereka putus asa, tetapi malah membuat mereka terpacu untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih baik.

Laskar Pelangi merupakan buku pertama dari Tetralogi Laskar Pelangi. Buku berikutnya adalah Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov.Buku ini tercatat sebagai buku sastra Indonesia terlaris sepanjang sejarah.


Sinopsis

Cerita terjadi di desa Gantung, Gantung, Belitung Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.

Dari sanalah dimulai cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah.

Mereka, Laskar Pelangi - nama yang diberikan Bu Muslimah akan kesenangan mereka terhadap pelangi - pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Misalnya pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena kesenangannya pada okultisme yang membuahkan kemenangan manis pada karnaval 17 Agustus, dan kejeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya. Kisah indah ini diringkas dengan kocak dan mengharukan oleh Andrea Hirata, kita bahkan bisa merasakan semangat masa kecil anggota sepuluh Laskar Pelangi ini.

Tokoh-tokoh

Anggota Laskar Pelangi

Tokoh-tokoh yang muncul dalam Laskar Pelangi:

10 Anggota Laskar Pelangi

  • Ikal : Tokoh 'aku' dalam cerita ini. Ikal yang selalu menjadi peringkat kedua memiliki teman sebangku bernama Lintang, yang merupakan anak terpintar dalam Laskar Pelangi. Ia berminat pada sastra, terlihat dari kesehariannya yang senang menulis puisi. Ia menyukai A Ling, sepupu dari A Kiong, yang ditemuinya pertama kali di sebuah toko kelontong bernama Toko Sinar Harapan. Pada akhirnya hubungan mereka berdua terpaksa berakhir oleh jarak akibat kepergian A Ling ke Jakarta untuk menemani bibinya.
  • Lintang : Teman sebangku Ikal yang luar biasa jenius. Ayahnya bekerja sebagai nelayan miskin yang tidak memiliki perahu dan harus menanggung kehidupan 14 jiwa anggota keluarga. Lintang telah menunjukkan minat besar untuk bersekolah semenjak hari pertama berada di sekolah. Ia selalu aktif didalam kelas dan memiliki cita-cita sebagai ahli matematika. Sekalipun ia luar biasa pintar, pria kecil berambut merah ikal ini pernah salah membawa peralatan sekolahnya. Cita-citanya terpaksa ditinggalkan agar ia dapat bekerja untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya semenjak ayahnya meninggal.
  • Sahara : Satu-satunya gadis dalam anggota Laskar Pelangi. Sahara adalah gadis keras kepala berpendirian kuat yang sangat patuh kepada agama. Ia adalah gadis yang ramah dan pandai, ia baik kepada siapa saja kecuali pada A Kiong yang semenjak mereka masuk sekolah sudah ia basahi dengan air dalam termosnya.
  • Mahar : Pria tampan bertubuh kurus ini memiliki bakat dan minat besar pada seni. Pertama kali diketahui ketika tanpa sengaja Bu Muslimah menunjuknya untuk bernyanyi di depan kelas saat pelajaran seni suara. Pria yang menyenangi okultisme ini sering dipojokkan teman-temannya. Ketika dewasa, Mahar sempat menganggur menunggu nasib menyapanya karena tak bisa ke manapun lantaran ibunya yang sakit-sakitan. Akan tetapi, nasib baik menyapanya dan ia diajak petinggi untuk membuat dokumentasi permainan anak tradisional setelah membaca artikel yang ia tulis di sebuah majalah, dan akhirnya ia berhasil meluncurkan sebuah novel tentang persahabatan.
  • A Kiong : Anak Hokian. Keturunan Tionghoa ini adalah pengikut sejati Mahar sejak kelas satu. Baginya Mahar adalah suhunya yang agung. Kendatipun pria kecil ini berwajah buruk rupa, ia memiliki rasa persahabatan yang tinggi dan baik hati, serta suka menolong pada siapapun kecuali Sahara. Namun, meski mereka selalu bertengkar, ternyata mereka berdua saling mencintai satu sama lain.
  • Syahdan : Anak nelayan yang ceria ini tak pernah menonjol. Kalau ada apa-apa dia pasti yang paling tidak diperhatikan. Misalnya ketika bermain sandiwara, Syahdan hanya kedapatan jadi tukang kipas putri dan itupun masih banyak kesalahannya. Syahdan adalah saksi cinta pertama Ikal, ia dan Ikal bertugas membeli kapur di Toko Sinar Harapan semenjak Ikal jatuh cinta pada A Ling. Syahdan ternyata memiliki cita-cita yang tidak pernah terbayang oleh Laskar Pelangi lainnya yaitu menjadi aktor. Dengan bekerja keras pada akhirna dia menjadi aktor sungguhan meski hanya mendapatkan peran kecil seperti tuyul atau jin... Setelah bosan, ia pergi dan kursus komputer. Setelah itu ia berhasil menjadi network designer.
  • Kucai : Ketua kelas sepanjang generasi sekolah Laskar Pelangi. Ia menderita rabun jauh karena kurang gizi dan penglihatannya melenceng 20 derajat, sehingga jika ia menatap marah ke arah Borek, maka akan terlihat ia sedang memperhatikan Trapani. Laki-laki ini sejak kecil terlihat bisa menjadi politikus dan akhirnya diwujudkan ketika ia dewasa menjadi ketua fraksi di DPRD Belitong.
  • Borek : Pria besar maniak otot. Borek selalu menjaga citranya sebagai laki-laki macho. Ketika dewasa ia menjadi kuli di toko milik A Kiong dan Sahara.
  • Trapani : Pria tampan yang pandai dan baik hati ini sangat mencintai ibunya. Apapun yang ia lakukan harus selalu didampingi ibunya, seperti misalnya ketika mereka akan tampil sebagai band yang dikomando oleh Mahar, ia tidak mau tampil jika tak ditonton ibunya. Cowok yang bercita-cita menjadi guru ini akhirnya berakhir di rumah sakit jiwa karena ketergantungannya terhadap ibunya.
  • Harun : Pria yang memiliki keterbelakangan mental ini memulai sekolah dasar ketika ia berumur 15 tahun. Laki-laki jenaka ini senantiasa bercerita tentang kucingnya yang berbelang tiga dan melahirkan tiga anak yang masing-masing berbelang tiga pada tanggal tiga kepada Sahara dan senang sekali menanyakan kapan libur lebaran pada Bu Muslimah. Ia menyetor 3 buah botol kecap ketika disuruh mengumpulkan karya seni kelas enam.

Tokoh-tokoh Lain

  • Bu Muslimah : Bernama lengkap N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid. Dia adalah Ibunda Guru bagi Laskar Pelangi. Wanita lembut ini adalah pengajar pertama Laskar Pelangi dan merupakan guru yang paling berharga bagi mereka.
  • Pak Harfan : Nama lengkap K.A. Harfan Efendy Noor bin K.A. Fadillah Zein Noor. Kepala sekolah dari sekolah Muhammadiyah. Ia adalah orang yang sangat baik hati dan penyabar meski murid-murid awalnya takut melihatnya.
  • Flo : Bernama asli adalah Floriana, seorang anak tomboi yang berasal dari keluarga kaya. Dia merupakan murid pindahan dari sekolah PN yang kaya dan sekaligus tokoh terakhir yang muncul sebagai bagian dari laskar pelangi. Awal pertama kali masuk sekolah, ia sempat membuat kekacauan dengan mengambil alih tempat duduk Trapani sehingga Trapani yang malang terpaksa tergusur. Ia melakukannya dengan alasan ingin duduk di sebelah Mahar dan tak mau didebat.
  • A Ling : Cinta pertama Ikal yang merupakan saudara sepupu A Kiong. A Ling yang cantik dan tegas ini terpaksa berpisah dengan Ikal karena harus menemani bibinya yang tinggal sendiri.